Tugas Jarkom Minggu 8 !!!

Pengertian Routing

Routing adalah proses dimana suatu router memforward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat  keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.

Jenis Konfigurasi Routing

  • Dinamic Routing : routing protocol yang memungkinkan network admin untuk menset-up jaringan tanpa harus meng-update konten dari routing table secara manual bila terjadi perubahan. Selain itu admin hanya melakukan sedikit perubahan terhadap konfigurasi pada setiap router yang akan dikomunikasikan dan untuk kemudian router-router tersebut akan otomatis mendefinisikan network-network yang terhubung.
  • Static Routing : di mana seorang administrator melakukan routing secara manual. Mendefenisikan setiap network yang akan dihubungkan pada router-router yang akan digunakan.

Classful Routing Protocol :

Protokol routing Classful tidak membawa informasi subnet mask pada update routing. Ia hanya membawa informasi ip-address saja, dan menggunakan informasi default mask sebagai mask-nya. Hal ini membuat mereka tidak cocok untuk mengatasi hierarkis yang membutuhkan Variabel Length Subnet Mask (VLSM) dan tdk berhubungan jaringan.Classless routing protocol melakukan membawa informasi subnet mask pada update routing.  Yang termasuk kedalam Classful Routing Protocol adalah RIPv1 dan IGRP.

Classless Routing Protocol 

Classless routing protocol standar memperpanjang Kelas A, B, atau C skema pengalamatan IP dengan menggunakan sebuah subnet mask atau mask panjang untuk menunjukkan bagaimana router harus menafsirkan ID jaringan IP.

Classless routing protocol termasuk subnet mask bersama dengan alamat IP ketika iklan informasi routing. Subnet mask mewakili ID jaringan tidak terbatas pada mereka yang didefinisikan oleh kelas-kelas alamat, tetapi dapat berisi variabel jumlah bit orde tinggi. Subnet mask seperti fleksibilitas memungkinkan Anda untuk mengelompokkan beberapa jaringan sebagai satu entri di tabel routing, routing secara signifikan mengurangi biaya overhead. Classless routing protocol termasuk RIP v2, dan OSPF, Border Gateway Protocol versi 4 (BGP4) dan Intermediate System untuk Intermediate System (IS-IS).

RIP (Routing Information Protocol) : dinamis vector protocol routing berbasis jarak sekitar aplikasi Berkely BSD diarahkan dan dikembangkan untuk jaringan berbasis IP yang lebih kecil. RIP menggunakan port UDP 520 untuk update rute. RIP menghitung rute terbaik berdasarkan hop. Seperti semua distance vector routing protocol, RIP membutuhkan waktu untuk berkumpul. Sementara RIP membutuhkan daya lebih sedikit CPU dan RAM dari beberapa protokol routing lain

  • Kelebihan :

–          Menggunakan metode Triggered Update.

–          Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

  • Kekurangan :

–          Jumlah host Terbatas

–          RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.

–          RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).

IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) : IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.

  • Kelebihan :

–          Support = 255 hop count

  • Kekurangan :

–          Jumlah Host terbatas.

Open Shortest Path First (OSPF) : OSPF (Open Shortest Path First ) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP (interior gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun.

  • Kelebihan :

–          Tidak menghasilkan routing loop

–          Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan

  • Kekurangan :

–          Membutuhkan basis data yang besar

–          Lebih rumit

Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP) : routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco.

  • Kelebihan :

–          Melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.

  • Kekurangan :

–          Hanya untuk Router Cisco

Border Gateway Protocol (BGP) : sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum.

  • Kelebihan :

–          Sangat sederhana dalam instalasi

  • Kekurangan :

–          Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s