One Day,.,.,

hmmmm.,.,.,.,akhirnya bisa posting lagi setelah beberapa hari disibukkan dengan kegiatan yang sangat menguras tenaga, dari mulai kegiatan kampus sampai tugas dan ujian pun juga turut meramaikan hari-hari itu. Isi posting kali ini juga tidak jauh-jauh dari kegiatan yang sudah saya alami selama 3 hari di kota Pasuruan. Al kisah kita langsung ke TKP.,.,.,……,.,.,.,.,.,.

Kisah ini berawal pada saat saya dan teman-teman kampus saya, diberikan mandat untuk mengikuti kegiatan Konsolidasi OKK 2011, kegiatan itu tak lain dan tak bukan untuk review dari kegiatan OKK atau Ospek dalam bahasa indonya, Kegiatan konsolidasi tersebut diadakan di sebuah desa bernama Desa Gendro yang terletak di Pasuruan dan akan dilaksanakan disana selama 3 hari. Awalnya saya berpikir isinya acara ini adalah rapat membahas OKK 2012 dan reinforcement,.ehhhhh ternyata.,.,ehhh ternyata,.,.”ada upil dibalik hidung”, tidak hanya kegiatan rapat saja tetapi kami diharuskan untuk melakukan kegiatan live in di rumah penduduk desa tersebut layaknya acara ditipi-tipi yaitu “Jika Aquwh Menjadi….” (tulisan versi alay).

Alhasil ya sudah lah diterima saja, toh ini pengalaman sekali seumur hidup dan tidak banyak orang bisa melakukan hal ini. Pada hari Sabtu, 14 Januari 2012 pukul 07.30 kami berangkat dari kampus (padahal di run-down acara kami berangkat dari kampus pukul 06.30.,.,ya sudah lah sudah jadi kebudayaan bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan),ini sekilas foto keberangkatan kami

Dan kami sampai ditempat sekitar pukul 10.30. Disana kami langsung disambut hangat oleh para warga desa tersebut, berasa jadi artis disambut dengan banyak warga πŸ˜€ . Kemudian kami langsung menuju Balai Desa tempat dimana kami akan menginap dihari pertama. Setelah itu acara dibuka dengan upacara dan sambutan dari petinggi-petinggi desa setempat, lalu acara selanjutnya seperti yang sudah ditebak yaitu “Rapat”, rapat.,.,rapat.,.,dan rapatt,.,.,.,sampe malem dan ditutup dengan game yang penuh dengan makna, yaitu catur. πŸ˜€

Disana jam 20.00 bagaikan sudah jam 23.00, seppiiiiiiiii.,.,beud.,.,.,.,lalu keesokan harinya kami terbangun karena dinginnya suhu didaerah tersebut setelah berbenah diri kami langsung menuju kerumah penduduk yang akan kami tempati selama satu hari full. Saya dan teman-teman saya kebagian jobdesc yang berbeda-beda, ada yang bertempat dirumah seorang (maaf) pemulung, ada yang bertempat di rumah seorang penjual jemblem, penjual bakso, dan sialnya saya, saya ditempatkan dirumah yang kesehariannya merawat sapi.,.,.,hadeh,.,sepertinya sudah diskenario sama Mas Cams, yaitu kakak kelas saya yang mengatur pembagian, entah apakah saat itu beliau berpikir bahwa tubuh saya cocok dengan sapi atau bagaimana saya tidak tahu πŸ˜€

Akhirnya dengan penuh keikhlasan saya melakukan pekerjaan yang memang sudah diberikan pada saya, disana saya disambut oleh Keluarga Bapak Tarmudji, beliau orangnya sangat baik hati dan sangat menyayangi anak-anaknya, bahkan saya sendiri yang baru beberapa jam disana sudah dianggap sebagai sapi ehh bukan, tetapi sebagai anak sendiri, sungguh luar biasa bapak tersebut. Hari itu saat saya masuk kedalam rumah saya tidak bertemu langsung dengan beliau, tetapi saya disambut oleh anak dari bapak Tarmuji, dan saya baru bertemu dengan beliau sekitar pukul 11.30 saat beliau pulang dari mencari rumput untuk sapi. Setelah bapak beristirahat dan makan siang, saya menemani bapak Tarmuji untuk mencari rumput kembali, perjalanan menuju ladang rumput lumayan jauh, jalannya licin dan berlumpur, dan sesampainya disana saya langsung membantu bapak untuk “menjagal” rumput-rumput yang kemudian nanti dipikul menuju kandang sapi.

Saya heran melihat bapak, menjagal rumput segitu tebel dan banyak bisa sekali tebas, tetapi saya berkali-kali tebas ndak bisa kepotong,.,bisa se kepotong cuman hasilnya tidak serapi bapak punya. Setelah kegiatan jagal-menjagal tersebut rumput yang sudah terkumpul diikat dan dipikul dengan sebatang bambu, saya mencoba membantu bapak dengan memikul rumput tersebut, ehh ternyata tenaga muda saya tidak kuat untuk mengangkat rumput-rumput tersbut, alhasil bapaklah yang mengakut rumput-rumput itu, niat untuk membantu tapi ujung-ujungnya malah menyusahkan bapaknya.

Malam harinya saya dan teman saya yang kebagian satu rumah berinisiatif untuk mengajak keluarga bapak tersbut untuk bermain UNO, dengan sedikit tutorial mereka sudah mengerti cara bermain UNO yang baik dan benar, kecerian dan kehangatan keluarga tersebut menghilangkan hawa dingin yang mulai menusuk tulang, setelah puas bermain UNO saya dan teman saya mengajarkan anak-anak bapak Tarmuji belajar untuk keesokkan harinya, alhamdulillah akhirnya ada gunanya juga saya dirumah itu πŸ˜€ . Setelah itu saya dan keluarga akhirnya tidur dan keesokkan harinya saya membantu bapak untuk memasak air menggunakan tungku. ini pengalaman saya yang pertama kali, masak sesuatu tidak memakai kompor tetapi menggunakan tungku, susaaahhh banget ngidupin tuh api, tapi senang juga bisa ngobrol-ngobrol dengan bapak dan menghangatkan diri didepan tungku sambil menunggu matahari terbit.

Setelah air masak, saya membantu bapak untuk memeberi makan sapi, ada hal baru yang saya tahu, kalo sapi itu minumnya tidak boleh sembarangan, kalau resepnya bapak sih ngasih minumnya air dicampur dengan garam, weleh,.,.,.,tuh sapi lagi diare ya kog dikasih air garam.,.,hhe πŸ˜€ . Hmmmm.,,.,.,ternyata satu hari itu pun berlalu cepat setelah saya mengantarkan anaknya bapak kesekolah, saya langsung menjemput dosen saya untuk membagikan barang-barang yang akan diberikan kepada bapak Tarmudji, saat itu bapak ternyata sudah berangkat merumput lagi diladang, akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan barang-barang tersbut dirumah bapak dan kami langusng menuju ladang untuk berpamitan kepada bapak.

Banyak sekali hal yang dapat saya ambil dari keluarga bapak Tarmudji :

  1. Ketulusan bapak dalam melakukan segala macam pekerjaan tanpa pernah mengeluh.
  2. Pantang menyerah dan berjuang keras untuk menghidupi anak-anaknya.
  3. Rendah Hati dan sangat sederhana.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang saya pelajari tetapi tidak bisa ditulis dengan kata-kata, ok sekian dulu cerita saya kali ini,.,untuk foto-fotonya menyusul soallnya masih belum dapet fotonya dari dokumentasi. Dan ternyata memang benar “HARTA YANG PALING INDAH ADALAH KELUARGA“, saya sangat bersyukur memiliki keluarga disana seperti itu dan saya sangat bersyukur masih diberi kelebihan oleh Tuhan. Trims πŸ™‚

Advertisements

5 thoughts on “One Day,.,.,

  1. wahh , kok dikira sapinya sih , cakepan sapinya kali #opsss bcanda :mrgreen:

  2. setujuuu sama kata2 terakhir yang di blok!! πŸ™‚

  3. hahaa, ane tambah satu cendol buat artikel ini πŸ˜€ hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s