Tugas ASI-03 !!!!

Judul Tugas : Tugas ASI-03 !!!

Nama : Doni Fitrah Ajieb

NIM : 10410100125

Dosen : Didiet Anindita A

Sehubungan dengan adanya tugas yang diberikan oleh Dosen ASI saya Pak Didiet, maka posting kali ini saya akan menjelaskan tentang Tipe-tipe sampling. Let’s Cekidot !!!!

Tipe-Tipe Sampling :

  1. Convenience Sampling : Sampling tipe ini termasuk pada kategori sampling NonProbability Sampling, tipe sampling ini memliki sebutan yaitu sampel yang dipilih atas dasar atau pertimbangan kemudahan. Dalam memilih sample, peneliti tidak mempunyai pilihan lain selain mengambil pertimbangan berdasarkan kemudahan saja. Seseorang diambil sebagai sample karena orang tersebut kebetulan berada pada di TKP ataupun peneliti mengenal orang tersebut. Oleh karena itu ada beberapa jenis penulis menggunakan istilah accidental sampling. Sampling ini memiliki keunggulan yaitu jika tipe sampling ini digunakan atau dimanfaatkan untuk penelitian penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian yang selanjutnya diambil samplenya secara random (acak). Namun tipe ini memiliki kekurangan yaitu data hasil penelitian akan kurang obyektif. Contoh Convenience Sampling : Ingin mengetahui IP anak angkatan 2010 yang mengambil matkul ASI, maka peneliti akan mengambil sample dari teman sekelasnya sendiri yang sudah dikenalnya agar lebih mudah mengadakan penelitian.
  2. Purposive Sampling : Sample ini digunakan sesuai dengan namanya yaitu sample yang diambil dengan maksud tujuan tertentu. Seseorang atau sesuatu djadikan obyek oleh peneliti sebagai sample karena dianggap oleh peneliti bahwa mereka memiliki informasi yang penting bagi penelitian yang dilakukan oleh peneliti tersebut. Macam-Macam Purposive sampling ada dua yaitu  Judgement Sampling  dan Quota Sampling. Judgement sampling adalah sampel dipilih oleh peneliti karena dia dianggap sebagai orang terbaik yang dapat dijadikan sampling, sedangkan Quota Sampling adalah Teknik sampel ini adalah bentuk dari sampel distratifikasikan secara proposional, namun tidak dipilih secara acak melainkan secara kebetulan saja. Contoh Purposive Sampling : Misalnya, di sebuah kantor terdapat pegawai laki-laki 60%  dan perempuan 40% . Jika seorang peneliti ingin mewawancari 30 orang pegawai dari kedua jenis kelamin tadi maka dia harus mengambil sampel pegawai laki-laki sebanyak 18 orang sedangkan pegawai perempuan 12 orang.
  3. Simple Random Sampling : Cara atau teknik ini dapat dilakukan jika analisis penelitiannya cenderung deskriptif dan bersifat umum. Perbedaan karakter yang mungkin ada pada setiap unsur atau elemen  populasi tidak merupakan hal yang penting bagi rencana analisisnya. Contoh Simple Random Sampling : Misalnya, dalam populasi ada wanita dan pria, atau ada yang kaya dan yang miskin, ada manajer dan bukan manajer, dan perbedaan-perbedaan lainnya.  Selama perbedaan gender, status kemakmuran, dan kedudukan dalam organisasi, serta perbedaan-perbedaan lain tersebut bukan merupakan sesuatu hal yang penting dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil penelitian, maka peneliti dapat mengambil sampel secara acak sederhana. Dengan demikian setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel.
  4. Complex Random Sampling : sample random ini sangat sesuai untuk sistem penganalisis yang berbasis :
  • Sampling Sistematis : sampling probabilitas yang paling sederhana
  • Sampling Mewakili : proses mengidentifikasi sub populasi kemudian menyeleksi objek yang dibuat sample kedalam subpopulasi tsb sehingga pengumpulan data lebih efisien
  • Sampling Kelompok : menyeleksi sekumpulan dokumen atau orang untuk studi yang dilakukan.

Bagaimana cara menentukan ukuran sample ???

Ukuran sampel atau jumlah sampel yang diambil menjadi persoalan yang penting manakala jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian yang menggunakan analisis kuantitatif. Pada penelitian yang menggunakan analisis kualitatif, ukuran sampel bukan menjadi nomor satu, karena yang dipentingkan alah kekayaan informasi. Walau jumlahnya sedikit tetapi jika kaya akan informasi, maka sampelnya lebih bermanfaat.

Dikaitkan dengan besarnya sampel, selain tingkat kesalahan, ada lagi beberapa faktor lain yang perlu memperoleh pertimbangan yaitu, (1) derajat keseragaman, (2) rencana analisis, (3) biaya, waktu, dan tenaga yang tersedia . (Singarimbun dan Effendy, 1989). Makin tidak seragam sifat atau karakter setiap elemen populasi, makin banyak sampel yang harus diambil.  Jika rencana analisisnya mendetail atau rinci maka jumlah sampelnya pun harus banyak. Misalnya di samping ingin mengetahui sikap konsumen terhadap kebijakan perusahaan, peneliti juga bermaksud mengetahui hubungan antara sikap dengan tingkat pendidikan. Agar tujuan ini dapat tercapai maka sampelnya harus terdiri atas berbagai jenjang pendidikan SD, SLTP. SMU, dan seterusnya.. Makin sedikit waktu, biaya , dan tenaga yang dimiliki peneliti, makin sedikit pula sampel yang bisa diperoleh. Perlu dipahami bahwa apapun alasannya, penelitian haruslah dapat dikelola dengan baik (manageable).

Misalnya, jumlah bank yang dijadikan populasi penelitian ada 400 buah. Pertanyaannya adalah, berapa bank yang harus diambil menjadi sampel agar hasilnya mewakili populasi?. 30?, 50? 100? 250?. Jawabnya tidak mudah. Ada yang mengatakan, jika ukuran populasinya di atas 1000, sampel sekitar 10 % sudah cukup, tetapi jika ukuran populasinya sekitar 100, sampelnya paling sedikit 30%, dan kalau ukuran populasinya 30, maka sampelnya harus 100%.

Ada pula yang menuliskan, untuk penelitian deskriptif, sampelnya 10% dari populasi, penelitian korelasional, paling sedikit 30 elemen populasi, penelitian perbandingan kausal, 30 elemen per kelompok, dan untuk penelitian eksperimen 15 elemen per kelompok (Gay dan Diehl, 1992).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s